Monday, 29 December 2014

Legenda Kopassus Agus Hernoto, heroismenya diakui para jenderal



Komando Pasukan Khusus (Kopassus) hari ini berulang tahun. Serentetan prestasi dan catatan kelam menghiasi lembar kehidupan korps elit TNI itu. Di balik kisah kehebatan Kopassus, ada satu nama prajurit yang loyalitas dan semangat tempurnya banyak dikenang jenderal-jenderal Kopassus.

Dia adalah Agus Hernoto, prajurit yang harus kehilangan kakinya dalam medan tempur. Buku-buku biografi jenderal-jenderal lulusan Kopassus sering menyebut kehebatan Agus Hernoto. Dua di antaranya yang mengakui Agus Hernoto adalah Brigjen (purn) Sintong Panjaitan dan Letjen (purn) Kiki Syahnakri.

"Timbul kekaguman pada jiwa heroik dan karakter keprajuritannya yang patut diteladani para prajurit muda TNI," demikian ungkap Letjen Kiki Syahnakri yang kenal baik dengan Agus saat operasi di Timor Timur. 

Agus Hernoto adalah seorang veteran Operasi Trikora yang sarat pengalaman tempur. Dia mengalami cacat seumur hidup setelah kakinya diamputasi karena tertembak dalam kontak senjata dengan Belanda di Merauke, Irian Barat. Kariernya dimulai sebagai prajurit Kopassus (saat itu RPKAD) berpangkat bintara. Dia mengajukan diri ketika Benny Moerdani bertanya siapa yang siap ikut dalam pembebasan Irian Barat.

Pada Operasi Benteng Ketaton di Irian, dropping pasukan terjun payung dilaksanakan dengan sasaran sebelah utara kota Fak-Fak. Para penerjun mendarat tersebar. Beberapa tersangkut di pepohonan, beberapa mendarat di tanah. 

Mereka yang berhasil mendarat terlibat kontak senjata dengan pasukan Belanda. Karena kekuatan tidak seimbang maka pasukan menyusup ke hutan. Pergerakan pasukan dilakukan dengan kondisi yang semakin lemah karena kehabisan bahan makanan. Terjadi kontak dengan pasukan Belanda yang menyebabkan 3 orang gugur yaitu Atjim Sunahyu, Suwito, Lestari dari dan 2 orang dari RPKAD. Agus Hernoto dan beberapa anggota tertembak.

Agus Hernoto ditinggalkan teman-temannya dengan harapan dirawat tentara Belanda yang memiliki satuan medis lebih lengkap. Selang beberapa hari setelah tertembak, Agus Hernoto ditemukan oleh pasukan Marinir Belanda yang melakukan pembersihan daerah pertempuran.

Diketahui bahwa luka-luka Agus sudah membusuk, bahkan sudah muncul belatung. Oleh pasukan Belanda, Agus dirawat hingga kedua kakinya diamputasi.

Agus dikenal sangat dekat dengan Benny Moerdani. Dia orang kepercayaan Benny Moerdani. Meski dua kakinya menggunakan kaki palsu, dia tetap dipercaya Benny Moerdani dalam Operasi Seroja, operasi masuknya TNI ke Timor-Timur. Agus Hernoto menjabat sebagai ketua tim intelstrat.

Pada perjuangan integrasi Timor-Timur 1975, Agus Hernoto sering mengemudikan Jeep Willis terbuka seorang diri di Atambua.

Dia sempat menjenguk korban pertempuran di rumah sakit di pinggir kota Atambua. Salah satunya adalah prajurit yang diamputasi kakinya. Prajurit itu tampak sedih.

Agus Hernoto membesarkan hati prajurit itu dengan mengatakan bahwa dia bukan satu-satunya prajurit yang diamputasi kakinya. Agus Hernoto menggulung celana panjang, melepas kedua kaki palsunya yang tertutup celana panjang kemudian menunjukkan kedua kakinya yang sudah diamputasi. Kaki kiri diamputasi di bawah lutut, kaki kanan di atas lutut.

"Demikian besar pengorbanan Agus Hernoto, seorang prajurit para komando Korps Baret Merah dalam perjuangan bagi bangsa dan negara," tulis Sintong Panjaitan dalam buku Perjalanan seorang prajurit Para Komando.

Hubungan Benny Moerdani dengan Agus Hernoto juga memunculkan kisah kesetiaan sejati antarprajurit. Pada 1964, muncul perselisihan antara Komandan RPKAD Mung Parahadimulyo dengan Benny Moerdani, saat itu memimpin Batalion I.

Mung protes saat Jenderal Ahmad Yani menyediakan Benny Moerdani sejumlah mata uang Belanda untuk operasi di Irian. Begitu juga penyediaan USD untuk misi ke Kalimantan. Saat Mung meminta kontrol uang, Benny menolak memberikan. Jengkel dengan Benny, Mung lantas memberlakukan aturan, semua prajurit yang invalid dilarang bergabung dengan RPKAD. Target Mung jelas, yaitu Agus Hernoto yang orang dekat Benny dan kehilangan dua kakinya.

Benny marah dan perselisihan keduanya dibawa hingga ke Jenderal Ahmad Yani. Benny akhirnya dipindah ke Kostrad, sementara Mung dikirim menjadi Pangdam ke Kalimantan. Selanjutnya, Agus selalu setia dengan Benny Moerdani.

Atas sumbangsihnya bagi negara, Agus mendapat anugerah kehormatan Bintang Sakti pada 1987, saat itu berpangkat Kolonel dengan jabatan Pamen BAIS ABRI.

Pasukan Khusus Tandingan SAS


Indonesian special forces Kopassus soldiers march during a ceremony to mark the 65th anniversary of the Indonesia National Military in JakartaIndonesia memiliki pasukan elit yang mampu menyaingi keperkasaan pasukan elit milik Inggris,Special Air Service (SAS) yang berada di urutan pertama pasukan khusus terbaik dan paling disegani dunia. Pasukan khusus tersebut adalah Komando Pasukan Khusus (Kopassus) atau yang kerap dikenal baret merah. Kopassus pernah membuat pasukan terbik dunia SAS kembali ke Inggris membawa kekalahan.
Pada 1963, Indonesia terlibat konfrontasi dengan Malaysia. Saat itu, Presiden Soekarno memerintahkan Panglima TNI untuk menggelar Operasi Dwikora guna menggagalkan pembentukan negara Malaysia. Tidak ada pernyataan resmi yang menyatakan perang seperti perebutan Irian Barat. Oleh karenanya, TNI tidak mengirim pasukan secara terbuka, mereka mengirim gerilyawan untuk membantu Tentara Nasional Kalimantan Utara yang tengah berperang melawan Pemerintah Malaysia.
Walau sebutannya gerilyawan, namun sebagian besar anggotanya justru pasukan elite TNI seperti Resimen Para Komando angkatan Darat (RPKAD) yang sekarang menjadi Kopassus, Pasukan Gerak Tjepat (PGT) dari TNI AU. Identitas mereka pun dipalsukan dengan mencabut identitas asli dan mengganti dengan identitas palsu yang semuanya diubah menjadi kelahiran Kalimantan guna menghapus keterlibatan Indonesia dalam perang tersebut.
Adapun tugas gerilyawan ini mengganggu perbatasan di sepanjang Sabah dan Serawak, mereka juga melatih warga Kalimantan Utara tata cara bertempur. Pasukan Malaysia terdesak dan meminta kepada Inggris. Inggris mengabulkan permintaan bantuan Malaysia dengan mengirim pasukan elitenya SAS yang merupakan pasukan terbaik di dunia dan memiliki reputasi melegenda di seluruh dunia. Komandan Pasukan Inggris di Malaya, Mayor Jenderal Walter Walker merasa perlu mengirim SAS karena hanya SAS yang dapat membendung gerilyawan Indonesia. Selain SAS, Inggris juga mengirim pasukan tambahan Gurkha, yang merupakan pasukan elite dari Selandia Baru.
Dalam sebuah pertempuran di Kampung Sakilkilo tanggal 10 Juli 1964, tercatat TNKU meraih kemenangan. Saat itu dua peleton Gurkha melawan satu peleton TNKU. Dalam serangan tersebut, TNKU berhasil menewaskan 20 orang Gurkha tanpa satu pun korban jatuh di pasukan gerilyawan.
Pasukan Gerilyawan Indonesia pun sempat menangkap prajurit SAS dalam sebuah pertempuran. Rencananya tawanan ini akan dibawa ke Jakarta sebagai bukti ada keterlibatan Inggris. Namun karena sulitnya medan, tawanan ini tewas di jalan.
Dari pertempuran di Kalimantan ini pula kemudian SAS belajar mengembangkan taktik gerilya bertempur di hutan. Jika tidak pernah berhadapan dengan pasukan elite Indonesia, mereka tak akan punya taktik ini.
Kopassus didirikan setelah pada Juli 1950 timbul pemberontakan di Maluku oleh kelompok yang menamakan dirinya Rakyat Maluku Selatan (RMS). Pimpinan angkatan perang RI saat itu mengirim pasukan untuk menangani pemberontakan ini. Operasi ini dipimpin oleh Panglima tentara teritorium III Kolonel A.E Kawilarang dan Letkol Slamet Riyadi ditunjuk sebagai Komandan Operasinya.
Dalam misinya tersebut, TNI memang berhasil mengalahkan gerakan pemberontakan RMS dengan korban yang tidak sedikit di pihak TNI. Setelah diteliti, ternyata musuh memiliki kekuatan yang relatif lebih kecil namun sering menggagalkan serangan TNI yang kekuatannya jauh lebih besar. Hal ini dikarenakan semangat musuh atau perlengkapan yang lebih lengkap disertai taktik dan penglaman tempur yang baik serta dilengkapi dengan kemampuan tembak dan gerakan perorangan.
Hal tersebut membuat Letkol Slamet Riyadi membentuk satuan pemukul yang dapat digerakkan secara cepat dan tepat untuk menghadapi berbagai sasaran di medan perang seberat apapun.
Instruksi Panglima Tentara dan Teritorial III No. 55/PDS/52 tanggal 16 April 1952, terbentuklah Kesatuan Komando Teritorium III yang merupakan cikal bakal Kopassus. Mayor Mochamad Idjon Djanbi sebagai komandan pertama. Ia adalah mantan Kapten Koninklijke Nederlands(ch)-Indische Leger (KNIL) yang pernah bergabung dengan Korps Spesial Troopen dan pernah bertempur di Perang Dunia II.
Pada Tahun 1966, pasukan khusus ini berganti nama menjadi Pusat Pasukan Khusus Tentara Republik Indonesia Angkatan Darat (PUSPASSUS TNI AD), dan mengalami perubahan lagi pada 1971 menjadi Komando Pasukan Sandi Yudha (KOPASSANDHA). Nama Kopassus didapat pada tahun 1985 sampai sekarang.
Kehebatan dan prestasi Kopassus membuat kagum Wakil Menteri Pertahanan Arab Saudi, Pangeran Salman Bin Sultan Bin Abdul Al Saud yang juga kagum akan keterampilan prajurit Kopassus saat Salman berkunjung ke Markas Kopassus di Cijantung, Jakarta Timur, Kamis 23 Januari 2014.
Adapun prestasi Kopassus yang mendapat pujian dunia :
1.     Operasi Pembebasan Pesawat Woyla (1981)
pada 28 Maret 1981, lima teroris yang dipimpin Imran bin Muhammad Zein yang mengidentitaskan dirinya sebagai anggota kelompok Islam ekstremis “Komando Jihad” melakukan sabotase dan pembajakan terhadap pesawat DC-9 Garuda Indonesia. Pesawat tersebut dipaksa mendarat Thailand.
Pembajakan Woyla berlangsung selama empat hari di Bandara Don Mueang, Bangkok. Aksi pembebasan sandera pesawat Woyla berakhir pada 31 Maret 1981 dan mendapat pujian dunia karena dalam aksinya, Kopassus dapat membebaskan seluruh sandera tanpa ada yang tewas.
2.     Membebaskan sandera di Mapenduma
Organisasi Papua Merdeka (OPM) menyandera sekelompok ilmuwan Tim Ekspedisi Lorentz.  Pasukan TNI di bawah Danjen Kopassus Mayjen Prabowo Subianto bergerak untuk membebaskan mereka. Sandera ditahan selama 130 hari. Awalnya TNI berusaha membebaskan dengan cara persuasif, tetapi perundingan berjalan buntu.
TNI pun menggelar operasi militer. Pasukan Kopassus dibantu pasukan pendukung dari Kostrad dan Kodam Cendrawasih diturunkan untuk mengejar dan membebaskan sandera.
Lebatnya hutan di Papua dan OPM sangat menguasai medan membuat Kopassus kewalahan. Terjadi baku tembak  antara Kopassus dengan OPM saat berusaha membebaskan sandera.
Sandera berhasil dibebaskan, namun 2 dari 11 sandera ditemukan tewas, mereka adalah , Matheis Yosias Lasembu, seorang peneliti ornitologi dan Navy W. Th. Panekenan, seorang peneliti biologi.
3.     Merah Putih di Puncak Tertinggi
Pratu Asmujiono, Sersan Misirin, dan Lettu Iwan Setiawan, merupakan prajurit Kopassus yang berhasil mengibarkan Sang Saka Merah Putih di Mount Everest, puncak gunung tertinggi di dunia pada Sabtu, 26 April 1997, Pk. 15.25 waktu Nepal.
Tim Kopassus ini tercatat sebagai anggota militer Asia Tenggara yang dapat mencapai Puncak Gunung Everest.
4.     Penangkapan Xanana Gusmao
Presiden Timor Leste, Fretelin Xanana Gusmao, sebelum memerdekakan Timor Timur dari Indonesia adalah komandan gerilyawan yang ketika itu menjadi simbol perlawanan/pemberontakan Timor Timur.
Dia menjadi buronan nomer satu tentara Indonesia kala itu. Tim Kopassus menjadi pahlawan setelah menangkap Xanana yang saat itu tengah bersembunyi dibawah lemari yang berlubang. Tim Kopassus yang menangkap Presiden Timor Leste tersebut berjumlah 22 orang. Saat tertangkap, Xanana tidak melawan dan hanya tersenyum sambil mengangkat tangannya.
Panglima TNI, Jenderal Tri Sutrisno meminta Xanana diperlakukan dengan baik. Ke 22 anggota Kopassus yang berhasil menangkap Xanana dianugrahi kenaikan pangkat satu tingkat.
5.     Penemuan Black Box
Selain perang dan ahli menyusup, Kopassus terlibat aktif dalam misi kemanusiaan. Saat Pesawat Sukhoi Super Jet 100 jatuh di Gunung Salak, Bogor, Kopassus pun ikut melakukan pencarian dan evakuasi korban.
Prestasinya adalah penemuan black box pesawat tersebut. Kopassus membuka jalan dan akhirnya dapat menemukannya. Lettu Inf Taufik dan tim yang menemukan black box Sukhoi tersebut.
6.     Menjadi Guru
Salah satu aksi kemanusiaan Kopassus adalah dengan mengganti senjata dengan kapur tulis. Karena kekurangan guru dipedalaman Papua, para prajurit mendapat tugas tambahan, yakni menjadi guru pengajar untuk anak-anak. Adapula yang menjadi mantri kesehatan di pedalaman Papua

5 Kehebatan Kopassus hingga diakui dunia



Kasus penembakan empat tahanan Polda DIY di Lapas Cebongan, Sleman, DIY, yang dilakukan 11 personel Komando Pasukan Khusus (Kopassus), membuat publik kembali mengarahkan perhatiannya kepada pasukan elite milik TNI Angkatan Darat itu.

Dulu jelang Reformasi bergulir, Kopassus juga sempat membuat heboh publik. Saat itu Tim Mawar Kopassus diketahui menculik sejumlah aktivis pro demokrasi.

Meski demikian, prajurit Kopassus tak selalu berbuat negatif. Pasukan elite yang memiliki moto 'Berani, Benar, Berhasil' itu juga memiliki sederet prestasi yang membanggakan.

Tak tanggung-tanggung, prestasi yang dimiliki Kopassus tak hanya di dalam negeri, di dunia internasional Kopassus juga menjadi pasukan elite yang dipandang dan disegani dengan segudang prestasi.



Berikut lima kehebatan Kopassus hingga diakui dunia

1.Kopassus juara menembak jitu
Keahlian menembak sasaran secara tepat menjadi syarat mutlak anggota pasukan elite seperti Kopassus. Sebab, berbeda dengan pasukan biasa, pasukan elite menjadi andalan untuk menjalankan tugas-tugas penting yang tentunya memiliki tingkat kesulitan yang tinggi.

Menembak tepat sasaran menjadi salah satu keahlian yang dimiliki Kopassus ketimbang pasukan elite dari negara lain. Dalam pertemuan Pasukan Elite Asia Pasific yang diselenggarakan pada Desember 2006, personel Kopassus meraih juara penembak jitu (sniper).

Canggihnya, senjata yang digunakan merupakan senjata buatan bangsa sendiri yang diproduksi oleh PT Pindad. Sementara, di posisi kedua diraih oleh pasukan elite Australia.

2.Kopassus peringkat 2 sukses operasi militer
Merdeka.com - Dunia internasional tak asing dengan nama Kopassus. Sebab, pasukan elite milik TNI itu dikenal memiliki segudang prestasi.

Pada pertemuan Elite Forces in Tactical, Deployment and Assault di Wina, Austria, Kopassus meraih peringkat dua dalam melakukan operasi militer strategis, seperti; intelijen, pergerakan, penyusupan, penindakan.

Sementara, di urutan pertama adalah pasukan elite Amerika Serikat Delta Force. Saat itu 35 pasukan elite dunia ikut unjuk gigi di ajang tersebut.

3.Kopassus peringkat 3 pasukan elite dunia
Kopassus merupakan salah satu pasukan elite terbaik di dunia. Berdasarkan urutan pasukan elite dunia versi Discovery Channel Military edisi 2008, Kopassus berada di posisi tiga pasukan elite dunia.

Sementara di posisi pertama diduduki United Kingdom's SAS, dan di posisi dua Israel's MOSSAD. Hal itu jelas membanggakan TNI dan Indonesia.

Sebab, Kopassus nyatanya mengalahkan pasukan-pasukan elite dari negara lain, salah satunya Amerika Serikat yang terlalu bergantung pada peralatan yang berbasis teknologi super canggih, akurat dan serba digital

4.Skill Kopassus di atas rata-rata pasukan elite negara lain
Personel Kopassus tidak terlalu bergantung dan mengandalkan teknologi canggih. Karena itu, tiap personel Kopassus dituntut memiliki kemampuan bela diri yang cakap. Tak heran jika konon kabarnya satu prajurit Kopassus setimpal dengan lima prajurit biasa.

Hal itu tentu berbeda dengan pasukan negara maju seperti Amerika Serikat yang terlalu mengandalkan kecanggihan teknologi senjata yang dimilikinya. Narator Discovery Channel Military menyatakan, sebuah pasukan khusus yang hebat adalah pasukan yang mampu mencapai kualitas sempurna dalam hal kemampuan individu.

Kemampuan itu adalah kemampuan bela diri, bertahan hidup (survival), kamuflase, strategi, daya tahan, gerilya, membuat perangkap dan lain-lain.

5.Kopassus latih pasukan militer negara lain
Kehebatan yang dimilikinya Kopassus membuatnya disegani militer negara lain. Bahkan, sejumlah negara di dunia meminta Kopassus untuk melatih pasukan militernya, seperti negara-negara di Afrika Utara dan Kamboja.

80 Persen pelatih militer di negara-negara Afrika Utara diketahui menggunakan pelatih militer dari Kopassus. Para perwira Kopassus ditugaskan untuk melatih pasukan militer yang dimiliki negara-negara di benua hitam itu.


Sementara itu, Kamboja juga telah lama menggunakan pelatih militer dari Kopassus. Tak tanggung-tanggung, pasukan yang dilatih Kopassus adalah pasukan khusus bernama Batalyon Para-Komando 911. Pasukan itu merupakan bagian dari tentara Kerajaan Kamboja (Royal Cambodian Army)

Jenjang dan nama pangkat TNI


Jenjang dan tanda pangkat pertama kali diatur dalam Maklumat Kepala Markas Besar Umum TKR Letnan Jenderal Oerip Soemohardjo pada tanggal 5 November 1945 di Yogyakarta. Jenjang kepangkatan Tentara Nasional Indonesia sudah mengalami beberapa kali perubahan.

Periode 1945 - 1957

Jenjang kepangkatan pada periode ini memiliki keselarasan yang sama dengan setiap angkatan pada tingkat yang sama.
JenjangTNI Angkatan DaratTNI Angkatan LautTNI Angkatan Udara
Perwira tinggiDjenderalLaksamana ILaksamana Udara
Letnan DjenderalLaksamana IILaksamana Muda Udara
Djenderal MajorLaksamana IIIKomodor Udara
Perwira menengahKolonelKolonel LautKomodor Muda Udara
Letnan KolonelLetnan Kolonel LautOpsir Udara I
MayorMayor LautOpsir Udara II
Perwira pertamaKaptenKapten LautOpsir Udara III
Letnan ILetnan LautOpsir Muda Udara I
Letnan IILetnan Muda LautOpsir Muda Udara II
BintaraPembantu LetnanAdjudanOpsir Muda Udara III
Sersan MajorSersan MajorSersan Major
SersanSersanSersan
BawahanKopralKopralKopral
Pradjurit IKelasi IPradjurit I
Pradjurit IIKelasi IIPradjurit II

Periode 1957 - 1973

Jenjang kepangkatan pada periode ini memiliki keselarasan yang berbeda dengan setiap angkatan pada tingkat yang sama. Pada periode ini ditambah pangkat baru pada perwira tinggi yaitu Brigadir Jenderal. Kepangkatan pada periode ini dimulai pada tanggal 22 Juni 1957, sejak dikeluarkannya Peraturan Pemerintah No.24 Tahun 1957.
JenjangTNI Angkatan DaratTNI Angkatan LautTNI Angkatan Udara
Perwira tinggiJenderalLaksamanaLaksamana Udara
Letnan JenderalLaksamana MadyaLaksamana Madya Udara
Jenderal MajorLaksamana MudaLaksamana Muda Udara
Brigadir JenderalKomodorKomodor Udara
Perwira menengahKolonelKolonel LautKolonel Udara
Letnan KolonelLetnan Kolonel LautLetnan Kolonel Udara
MayorMayorMayor Udara
Perwira pertamaKaptenKaptenKapten Udara
Letnan ILetnanLetnan Udara I
Letnan IILetnan MudaLetnan Udara II
BintaraPembantu Letnan IPembantu LetnanLetnan Muda Udara I
Pembantu Letnan Calon Perwira
Pembantu Letnan IIAjudanLetnan Muda Udara II
Sersan MajorSersan Major ISersan Major Udara
Sersan Mayor II
Sersan KepalaSersan ISersan Udara I
Sersan I
Sersan IISersan IISersan Udara II
PrajuritKopral KepalaKopralKopral Udara I
Kopral I
Kopral IIKopral Udara II
Prajurit KaderKelasi IPrajurit Udara I
Prajurit I
Prajurit IIKelasi IIPrajurit Udara II
Kelasi III

Periode 1973 - 1990

Jenjang kepangkatan pada periode ini memiliki keselarasan tingkatan yang sama pada setiap angkatan. Mulai periode ini nama pangkat perwira tinggi pada Angkatan Udara diganti menjadi Marsekal, nama pangkat Komodor dihilangkan dan Jenderal Major diubah menjadi Mayor Jenderal. Mulai saat ini, di belakang setiap nama pangkat perwira tinggi ditambahkan kata TNI. Nama pangkat untuk Korps Marinir TNI Angkatan Laut mengikuti nama pangkat seperti pada TNI Angkatan Darat, dan ditambahkan dengan kata (Mar). Kepangkatan pada periode ini dimulai pada tanggal 21 Mei 1973, sejak dikeluarkannya Peraturan Pemerintah No.24 Tahun 1973.
JenjangTNI Angkatan DaratTNI Angkatan LautTNI Angkatan Udara
Perwira tinggiJenderalLaksamanaMarsekal
Letnan JenderalLaksamana MadyaMarsekal Madya
Mayor JenderalLaksamana MudaMarsekal Muda
Brigadir JenderalLaksamana PertamaMarsekal Pertama
Perwira menengahKolonelKolonelKolonel
Letnan KolonelLetnan KolonelLetnan Kolonel
MayorMayorMayor
Perwira pertamaKaptenKaptenKapten
Letnan SatuLetnan SatuLetnan Satu
Letnan DuaLetnan DuaLetnan Dua
Bintara tinggiCalon PerwiraCalon PerwiraCalon Perwira
Pembantu Letnan SatuPembantu Letnan SatuPembantu Letnan Satu
Pembantu Letnan DuaPembantu Letnan DuaPembantu Letnan Dua
BintaraSersan MayorSersan MayorSersan Mayor
Sersan KepalaSersan KepalaSersan Kepala
Sersan SatuSersan SatuSersan Satu
Sersan DuaSersan DuaSersan Dua
TamtamaKopral SatuKopral SatuKopral Satu
Kopral DuaKopral DuaKopral Dua
Prajurit SatuKelasi SatuPrajurit Satu
Prajurit DuaKelasi DuaPrajurit Dua

Periode 1990 - 1997

Mulai periode ini ada penambahan dan pengurangan jenjang pangkat baru pada masing-masing angkatan. Pangkat Calon Perwira dihilangkan. Pangkat yang ditambahkan adalah Kopral Kepala dan Prajurit Kepala. Jenjang pangkat pada periode ini berlaku mulai tanggal 11 Maret 1990 berdasarkan kepada Peraturan Pemerintah No.6 Tahun 1990.
JenjangTNI Angkatan DaratTNI Angkatan LautTNI Angkatan Udara
Perwira tinggiJenderalLaksamanaMarsekal
Letnan JenderalLaksamana MadyaMarsekal Madya
Mayor JenderalLaksamana MudaMarsekal Muda
Brigadir JenderalLaksamana PertamaMarsekal Pertama
Perwira menengahKolonelKolonelKolonel
Letnan KolonelLetnan KolonelLetnan Kolonel
MayorMayorMayor
Perwira pertamaKaptenKaptenKapten
Letnan SatuLetnan SatuLetnan Satu
Letnan DuaLetnan DuaLetnan Dua
Bintara tinggiPembantu Letnan SatuPembantu Letnan SatuPembantu Letnan Satu
Pembantu Letnan DuaPembantu Letnan DuaPembantu Letnan Dua
BintaraSersan MayorSersan MayorSersan Mayor
Sersan KepalaSersan KepalaSersan Kepala
Sersan SatuSersan SatuSersan Satu
Sersan DuaSersan DuaSersan Dua
Tamtama kepalaKopral KepalaKopral KepalaKopral Kepala
Kopral SatuKopral SatuKopral Satu
Kopral DuaKopral DuaKopral Dua
TamtamaPrajurit KepalaKelasi KepalaPrajurit Kepala
Prajurit SatuKelasi SatuPrajurit Satu
Prajurit DuaKelasi DuaPrajurit Dua

Periode 1997 - sekarang

Mulai periode ini ditambahkan pangkat kehormatan diatas perwira tinggi pada setiap angkatan yaitu Jenderal Besar, Laksamana Besar dan Marsekal Besar. Periode ini mulai berlaku sejak tanggal 29 September 1997 berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 32 Tahun 1997.
JenjangTNI Angkatan DaratTNI Angkatan LautTNI Angkatan Udara
Pangkat kehormatanJenderal BesarLaksamana BesarMarsekal Besar
Perwira tinggiJenderalLaksamanaMarsekal
Letnan JenderalLaksamana MadyaMarsekal Madya
Mayor JenderalLaksamana MudaMarsekal Muda
Brigadir JenderalLaksamana PertamaMarsekal Pertama
Perwira menengahKolonelKolonelKolonel
Letnan KolonelLetnan KolonelLetnan Kolonel
MayorMayorMayor
Perwira pertamaKaptenKaptenKapten
Letnan SatuLetnan SatuLetnan Satu
Letnan DuaLetnan DuaLetnan Dua
Bintara tinggiPembantu Letnan SatuPembantu Letnan SatuPembantu Letnan Satu
Pembantu Letnan DuaPembantu Letnan DuaPembantu Letnan Dua
BintaraSersan MayorSersan MayorSersan Mayor
Sersan KepalaSersan KepalaSersan Kepala
Sersan SatuSersan SatuSersan Satu
Sersan DuaSersan DuaSersan Dua
Tamtama kepalaKopral KepalaKopral KepalaKopral Kepala
Kopral SatuKopral SatuKopral Satu
Kopral DuaKopral DuaKopral Dua
TamtamaPrajurit KepalaKelasi KepalaPrajurit Kepala
Prajurit SatuKelasi SatuPrajurit Satu
Prajurit DuaKelasi DuaPrajurit Dua

Kemampuan Denjaka TNI AL Lebih Unggul di Arena Latihan Internasional



Dalam Latma Multilateral Rim of The Pacific (Rimpac) 2014 yang berlangsung 26 Juni hingga 1 Agustus 2014, Marinir TNI AL menjadi kontingen Indonesia. Dalam pelatihan tersebut, mereka kembali menorehkan tinta emas. Dua anggota Datasemen Jala Mangkara (Denjaka), sebuah Datasemen pasukan khusus TNI AL, telah menerima label Godzilla sebagai penghargaan bagi peserta tertangguh selama pelatihan.
“Justru aneh jika kita tidak menjadi yang terbaik dalam pelatihan ini. Karena setiap pelatihan seperti ini kita selalu menjadi yang terbaik,” ujar Serka (Mar) Riyanto Pane, salah seorang penerima penghargaan tersebut.
Selain Pane, penerima lainnya ialah Kopda (Mar) Subiyanto. Keduanya membuktikan bahwa kemampuan Denjaka memang berada di atas kemampuan tentara angkatan laut negara lain peserta Rimpac 2014.
“Keunggulan tentara kita itu tidak pernah mengenal kata menyerah. Mungkin karena kita memiliki pepatah lama bahwa tidak ada rotan, akar pun jadi. Ini bisa negatif, juga bisa positif maknanya. Dan kita tidak pernah ketergantungan oleh satu alat. Contoh, ketika latihan menembak di sana, walaupun dengan menggunakan alat seadanya, ya kita jauh lebih unggul dibandingkan mereka yang sudah pakai alat canggih sekalipun, tetap mereka masih lewat dengan kami,” ujar Pane saat ditemui JMOL di Bumi Marinir Cilandak beberapa waktu lalu.
Menurutnya, TNI sudah terbiasa dengan hal-hal yang serba kekurangan. Hikmahnya, secara kemampuan, jauh lebih unggul.

Sementara itu, Kopda (Mar) Subiyanto menambahkan, “Memang kalau secara peralatan, kita jauh tertinggal, tetapi kemampuan kita bisa sejajar, bahkan lebih dari mereka.”
Kedua pria yang sebelumnya berasal dari Batalyon Intai Amfibi (Taifib) ini mengakui dengan rendah hati bahwa porsi latihan di sana tidak ada yang lebih dari porsi latihan di sini.
“Dari sekian banyak porsi latihan yang diberikan oleh instruktur pada dasarnya sama saja, hanya namanya saja yang beda (menggunakan bahasa Inggris—red). Di sini pun kami juga sudah mendapat latihan seperti itu, bahkan sudah lebih jauh,” ujar Subiyanto.
Tetapi, mereka berdua mengakui bahwa pelatihan ini sangatlah berkesan dan istimewa, terutama dalam hal persahabatan antarbangsa dan antarnegara.
“Jadi, pada intinya, tidak ada yang baru dalam porsi latihan dan kemampuan, akan tetapi manfaat yang sangat berharga dalam latihan Rimpac ini adalah bagaimana kita menjalin hubungan dengan negara-negara lain. Jadi, maksud dari atasan-atasan kami mengirim kami ke sana agar mampu menyamakan persepsi dan mempererat hubungan antarnegara tadi. Dan saya katakan bahwa pelatihan ini sangat istimewa, karena kami bisa bersahabat dengan tentara dari negara lain,” tutur Pane.
Tetap Beribadah Puasa
Yang menarik dalam pelatihan Rimpac 2014 lalu dilaksanakan dalam nuansa bulan puasa bagi yang beragama Islam. Sehingga bagi yang menjalankan ibadah puasa akan menjadi kendala selama pelatihan.
Tetapi, hal itu tidak berlaku bagi anggota Denjaka. Mereka tetap dengan semangat mengikuti porsi latihan dan menjadi panutan bagi tentara negara lain.
“Ini yang mereka heran, terutama US Marine. Mereka kalau latihan pasti bawa minum satu orang botol besar. Mereka sangat kaget melihat kita yang berpuasa tetapi tetap menjalankan porsi latihan yang sama,” ungkap Pane dengan penuh semangat.
Karena kemampuan dan ketangguhannya, Marinir Indonesia kerap mendapat pujian dan rasa kagum dari tentara negara lain. Ini pun diakui saat berakhirnya pelatihan, tenda Marinir Indonesia banyak dikunjungi kontingen negara lain.
“Yang pasti mereka sangat kagum dengan kita. Terlihat saat berakhirnya pelatihan, tenda Indonesia paling banyak dikunjungi oleh kontingen dari negara lain,” kenang Pane.
Pelatihan Rimpac 2014 diikuti 23 negara, dan untuk Marinir, dipusatkan di Kaniohe Bay (Marine Corps Base Hawaii).


Indonesia memiliki pasukan Para Komando Terbesar ke-4 di Dunia

image
Indonesia adalah sedikit dari negara di Dunia yang memiliki banyak unit pasukan berkualifikasi para-komando yang siap tempur darat-laut-udara. Bandingkan dengan Malaysia (contoh) yang dalam 1 angkatan hanya punya 1 special force. Lha emang di Indonesia punya berapa? banyak mas bro.
Ambil contoh Angkatan Laut, yang punya komando khusus, detasemen khusus dan Batalyon Hantu Laut yang semuanya setara Navy Seal US. Hebatnya lagi semua dalam kondisi fisik siap siaga perang, berat badan melar langsung dilorot ke kesatuan.
Berikut adalah 4 Komando pasukan special force TNI yang siaga tempur. Yang dibahas cuma Unit Komando, tidak termasuk unit Detasemen dan Batalyon yang bersifat siaga tempur dan sangat rahasia.
1. KostrAD Komando Strategis Angkatan Darat.
Komando ini punya dua markas, di Jakarta dan Malang. Kostrad bisa disebut ranger-nya TNI.
image
2. Kopassus
Moto:  Tribuana Chandraca Satya
Dharma (Berani Benar Berhasil)
Ini adalah pasukan para komando yang paling banyak terlibat pertempuran di Asia. Mulai dari menghadapi bangsa Asing sampai pemberontakan di dalam negeri.
Kopassus juga menjadi role model bagi banyak tentara khusus di Asean. Berapa total jumlah personelnya? sangat dirahasiakan.
3. Kopaska
Moto: Tan Hana Wighna Tan Sirna (Tidak ada rintangan yang tak dapat diatasi)
image
Pasukan yang kualifikasinya setara dengan Navy Seal US. Bahkan di beberapa kali latihan bersama, Navy Seal US kewalahan mengimbangi ketahanan fisik pasukan katak TNI.
Perekrutan:
1. Anggota TNI AL (kecuali Korps Marinir)
2. Berdinas minimum 2 thn di KRI/Kapal Perang
RI/lanal/lantamal/mabesal/kolinlamil/armada RI.
3. Lulus Kesamaptaan/kemampuan jasmani
4. Lulus Tes Ketahanan Air
5. Lulus Psikotest khusus
6. Lulus Kesehatan khusus bawah air
7. Secara sadar mengikuti tes dan pendidikan tanpa paksaan siapapun
Kualifikasi paling ekstrim dari pasukan ini, setiap personil harus siap bersedia melakukan bom bunuh diri jika diperlukan. Termasuk aksi man torpedo di bawah air.
4. Kopaskhas
Moto ” Karmaye Vadikarate Mafalesu Kadatjana “, yang artinya bekerja tanpa menghitung untung dan rugi.
Ini adalah komando pasukan khusus yang paling rahasia milik TNI. Sangat diharamkan untuk ikut latihan bersama militer asing.
Karena berbasis TNI AU, Paskhas didesain untuk bergerak lebih cepat dan lebih senyap dari semua komando. Awalnya pasukan ini bernama Kopasgat, Komando Pasukan Gerak Cepat.
image
Kemampuan penting dari prajurit paskhas adalah lari. Secara rutin setiap prajurit paskas harus bisa mempertahankan kecepatan lari  100m dibawah 13 detik.
CIA dalam worldfactbook nya pernah memprediksi bahwa total pasukan TNI yang berkualifiasi “para komando” atau “special army”  berjumlah 150.000 pasukan dari total 500.000 prajurit aktif. Jika benar jumlah itu, berarti Indonesia adalah negara nomer 4 di dunia dalam jumlah pasukan komando, setelah Amerika, Rusia dan China.
image

Gungho Band batalyon infanteri -1 marinir (pergi demi tugas pulang untuk cinta)

Lagu Lagu Kopasus

Derap Langkah